Rabu, 16 Desember 2015

Surat untuk orang yang dicintai

To. Mr. R

Sesudah adzan dzuhur berkumandang waktu liat konser Setia Band ( ST - 12 ) awalnya aku mengajak teman aku untuk pulang dan tidak menonton lagi konser itu tapi teman aku tidak mau pulang dan dia tetap ingin melihat konser itu alesanya sih dia tidak mau pulang karena idolanya ( Setia Band ) belum tampil, ya aku ikut aja apa kata dia, lagian kalau aku pulang sendirian ke kosan gak berani soalnya aku tinggal dibandung baru beberapa hari tapi aku gak menyesal gak pulang waktu itu karena dibalik itu ada hikmahnya yaitu  aku bisa ketemu sama kamu. Sebenarnya aku sudah mengenal kamu sebelum kita kenal waktu itu tapi kamu entah mengenal atau enggak sama aku, aku kenal kamu karena kamu cukup populer di sekolah karena kamu pintar makanya aku kenal kamu, tapi aku lihat waktu itu kamu tidak mengenal aku dan teman aku kamu cuman mengenal kalau aku dan teman aku itu kelas RPL sedih sekali, tapi makasih meskipun kamu tidak mengenal aku begitu dekat kamu sudah melindungi aku dari orang" yang tidak karuan, aku kagum dengan sikapmu yang mau menolong orang lain meskipun orang itu tidak begitu dekat dengan kamu, dari kejadian itu aku punya perasaan yang berbeda sama kamu yang awalnya perasaan aku ke kamu biasa aja tapi sekarang udah beda, perasaan yang jika kita ketemu hati aku berdebar" tidak karuan, perasaan yang setiap melihat kamu dengan perempuan lain hati aku sakit, entah kenapa padahal kamu bukan siapa - siapa aku bahkan kenal dekat juga tidak, apa ini yang dinamakan CINTA.?

Selasa, 24 November 2015

Kemuliaan Seorang Ibu

Terdiam sejenak dalam renungan..
Kala bayang wajahmu datang menyapa..
Waktupun berputar kebelakang
membuka memori kenangan kecilku
Tetesan keringat dan air mata
berjuang melawan maut..
Demi kehadiran sang buah hati
Mendengar tangisan pertamaku
jadi kebahagian tak ternilai bagimu
Saat ku mulai belajar berjalan
kau dengan setia menjaga ku..
Ku mulai belajar bicara
engkau dengan sabar mengenalkan ku pada kata-kata..
Hingga ku dewasa kasih sayang itu tetap sama..
Tak pernah pudar dan terkikis oleh waktu..
Bekerja tanpa mengenal kata lelah
Tidur tanpa mengenal kata lelap
Terjaga dalam gelapnya langit subuh
Demi mencari sesuap nasi untuk ku..
Tapi, balasan apa yang ku beri..
Hanya goresan luka dan air mata..
Meskipun begitu kasih sayang itu tak berkurang sedikitpun..
Selalu kau sebut namaku dalam setiap doamu..
Air mata ini jatuh berlinang dengan derasnya
Mengingat betapa mulianya engkau wahai ibu..
Pepatah berkata..
“surga dibawah telapak kaki ibu”
Izinkanlah daku mencium surga itu
ibu..
By : Evarianti